About this blog: It consists of free articles and pictures based on erwan's recent interests only (most are related to education field) and the rest are about the ongoing issues. Some are taken and linked from the source sites while the others are of his own. FYI, the links (in the side bar) are also prepared due to the needs of his job; to encourage his students to learn English via internet, to provide them with helpful sources, and gadgets, and to communicate with them as well. However, visitors from worldwide are also welcome here. Please leave your comments in any space provided to make it better and better in the days to come. Belajar bahasa itu indah Thank you.

INFO GRESS!

Mulai tahun pelajaran 2013-2014 ini saya hijrah mengajar ke kelas XII IS 1, 2 dan 3. Buat bocah rombel X kemaren yang pernah belajar bareng saya dan masuk ke kelas diatas ' I just wanna say, Hey, It's you again! and you know what? as I told you all before, E-Primbon kalian di rombel X kemarin kudu diaktifkan kembali. Well? Any problem? It's never too late to start all over again. Saat bekerja telah tiba. Ayo Semangat!
Anyway, buat bocah rombel X yang baru gabung di SMADA Tahun ini masih boleh browsing dan unduh apa aja di blog ini atawa di blog rombel X RSBI. Raw material nya di sini ato di sana.
Terimakasih. I LOVE YOU ALL.

Kamis, 29 Oktober 2009

Serbuan Cina

Perang? Bukan itu maksudnya. Tapi masalah pekerjaan. Jauh-jauh datang ke Indonesia cuma untuk jualan sekoper barang perhiasan dan pernak-pernik yang kebanyakan bahkan cuma imitasi. Mana modal bahasa pas-pas an pula. Lebih banyak pake bahasa kode alias bahasa tarzan. Lucunya, gayanya dipaksa-paksa kaya tukang jual obat yg pinter merayu orang dan meyakinkan kalo barang yg dijual berkualitas. Padahal, udah ketahuan alias kita udah ngerti gimana mutu produk2 yang mereka buat? He he. Satu hal yang perlu dicontoh adalah kegigihan mereka menjalani profesi ditengah persaingan dengan pedagang keliling lokal.. Jangan-jangan nanti pedagang sayur dan pekerja juga diborong mereka. Wah, pedagang dan pekerja kita bisa kehilangan kesempatan kerja? sebenarnya ga apa-apa sih kalo semua orang Indonesia punya pendidikan tinggi dan berpeluang bekerja di profesi yang lebih baik. Tapi nyatanya sekarang? Msh banyak yang bekerja serabutan karena ga punya ijasah sarjana.. Boro-boro sarjana, SD aja banyak yang ga tamat.. Hm.. We must be well prepared akan serbuan ini. Ato gantian kita yang 'nyerbu'? Tapi kalo ingat nasib TKI yg kebanyakan cuma jadi kuli ya sami mawon.. Sekarang semua mesti sadar bahwa kualitas pendidikan itu bener-bener penting. Selengkapnya Coy ......

Senin, 26 Oktober 2009

Ayo main!

Bak seorang grand master wajah kedua ibu ini begitu serius menekuni papan catur, eh halma di depannya. Hampir tak berkedip saling mengamati tiap langkah yang diambil oleh lawan utk memajukan posisi bidak halma. Tak sekalipun ingin terkecoh agar bisa lebih dahulu dari musuh memindahkan raja dan pasukan ke seberang. Di meja ini yg bertempur adalah bu Demi vs bu Ara. Ayo bu, semangat! .. Di meja sebelah jg ada bu Talin vs bu Hj. Suwartinah. Sementara bapak2 nya bertanding strategi di papan catur. Wah, gayanya udah sok mikir semua tuh.. Yah, mungkin begitulah cara mereka memeriahkan HUT SMADA ke 26 tahun ini. Hm.. Para siswa ngapain? Mereka punya game sendiri. Hampir semua ikut lomba2 yg tak kalah seru. Ada grafiti, voli buta (net nya ditu2p terpal jd saling ga tau dari mana arah bola datang), terus ada lomba mungut sampah, puisi, kostum,masak2, kelas unik, smada idol, sampe Smada Cup. Puncaknya bakal ada gelaran akbar di hari Rabu. Semua pada heboh. Yang ikut heboh, yg bengong jg heboh.. Lho? Yang pasti tetep ikut aturan sekolah. Jaga kebersihan dan lingkungan. Awas tangan jahil yg merusak. Jaga nama baik SMADA. Oke? Yo wess, Ayo ikut maen! Selengkapnya Coy ......

Jumat, 23 Oktober 2009

Teman lama

Konon bila seseorang sudah pernah minum air sungai arut, niscaya dia akan kembali. Hm.. Kayanya ga cuma air sungai arut aja kalo gitu.. Kahayan juga.. Mentaya juga.. Mgkn yg lain jg begitu.. But it's Ok. Toh, tetep ada kebaikannya.. Setelah pindah kerja ke Plk awal th. 2006, saya belum pernah punya kesempatan buat berkunjung ke Pangkalan bun lagi. Nah, begitu beberapa hari yg lalu ada undangan pelat. PAS sma dan kasek SMADA kasih mandat, ya udah berangkat.. Sambil nyelem makan ketupat, ikut pelatihan skalian ktemu sahabat. Hm.. Kangen pun tersalurkan, cerita ngalor ngidul sudah pasti hadir ditengah pertemuan.. Masih seperti dulu hangatnya pertemanan. Semoga kan slalu begitu adanya.. Selengkapnya Coy ......

Senin, 19 Oktober 2009

Tugas minggu ini!

Guys, I m so sorry 4 not coming 2 the class 4 I m out o town, ada tgs nih buat selasa,rabu kamis, RX2, 3 dan 4, tgs 1 hal. 44 di PG Intan Pariwara. Ga tau hal brp d buku PR, di Bag. D, dialog 1 dan 2. Trus untuk pertemuan k 2, hal. 70 bag. A, dan hal 71 bag B, dan C. Dlm box. Dkumpul individu d lembaran. Put it on my table. U dont understand? Dont worry. Please ask Ms. Siti juwariah. Kerjakan selama jam b.ing. di kelas. Jangan keluyuran. Kel.presentasi buat minggu depan. Thank u n good luck! See ya Selengkapnya Coy ......

Senin, 12 Oktober 2009

ICT dan Bahasa Inggris: Syarat Utama Kompetensi Kepala Sekolah dan Wakilnya

Untuk jadi salah satu bahan renungan buat para siswa tentang pentingnya penguasaan bahasa Inggris dan ICT. Pedoman Penyelenggaraan Rintisan SMA Bertaraf Internasional mengamanatkan bahwa 9 (sembilan) kompetensi kepala sekolah (dan wakil-wakilnya), yaitu 1) memiliki kualifikasi akademik minimal S-2 dari perguruan tinggi yang program studinya berakreditasi A, 2) telah mengikuti pelatihan kepala sekolah dari lembaga pelatihan kepala sekolah yang diakui oleh pemerintah, 3) memiliki kemampuan manajemen berbasis sekolah 4) memiliki jiwa kepemimpinan visioner dan situasional, 5) memiliki jiwa entrepreneurship, 6) mampu membangun jejaring internasional, 7) mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara efektif (TOEFL>500), 8) mampu menggunakan TIK, dan 9) memiliki pengalaman kerja sebagai kepala sekolah minimal lima tahun. Dari sembilan kompetensi tersebut, yang sangat mendukung kepada meningkatkan daya saing global adalah kompetensi nomor 6, 7, dan 8 yaitu mampu membangun jejaring internasional (networking), kompetensi ini hanya bisa terwujud apabila seorang kepala sekolah (dan wakil-wakilnya) mampu berkomunikasi dalam bahasa inggris secara efektif (kompetensi no. 7), dan menguasai ICT dengan baik (kompetensi no 8).
Dengan demikian, kepada para pengambil kebijakan khususnya yang berwewenang mengangkat kepala sekolah, dan kepala sekolah dan warga sekolah yang berwewenang memilih dan mengangkat wakil kepala sekolah, katakanlah dan laksanakan bahwa “tiada tempat untuk kepala sekolah dan wakil-wakil kepala sekolah yang buta bahasa inggris dan TIK”. Atau dengan sadar diri bagi kepala sekolah dan wakil-wakilnya yang buta huruf terhadap dua kompetensi tersebut (bahasa inggris dan TIK) untuk rela meningkatkan kompetensinya atau menyingkir dari kursi pengelola sekolah. artikel diambil dari situs PSB-PSMA.org
Selengkapnya Coy ......

Minggu, 11 Oktober 2009

Smadav di seberang laut

Waktu itu saya dan keluarga lagi jalan-jalan ke sebuah Depo di Purwokerto dan seperti biasa, selain tertarik pengen liat lengkapnya koleksi di konter bahan bangunan, mulai dari kran air yg beraneka rupa desain plus harga yg super duper mahal sampe ke kreasi ubin yg weleh-weleh ada disini. Puas mata memandang saya langsung tertarik masuk ke konter elektronik yg majang macam2 brand PC dan laptop.. Sekarang modelnya jauh lebih atraktif dan simpel. Eh, ga dinyana mata saya terantuk ke beberapa layar monitor yg tengah nayangin proses scan antivir. Dan yg bikin bangga, antivir yg dipake adalah Smadav! Sebuah karya alumni Smada. Zai dan teman2nya bikin kontribusi mengharumkan nama almamaternya.. Iseng saya pun nyeletuk ke penjaga konter, kenapa pake Smadav? Selain ringan, Smadav ok banget buat ngatasin virus2 lokal yg bandel, mas. Saya pun cuma manggut2. Hm.. Hebat juga si Zai. Patut ditiru nih sama para junior. Who knows Smadav sudah nyebrang benua? Maju terus Zai dan Smadavnya..! Selengkapnya Coy ......

Selasa, 29 September 2009

Teroris bukan?

Delay lagi, delay lagi.. Semula jadwal berangkat pkl. 11.30 di tunda ke pkl. 15.00. Eh? Pas dtanya ke petugas dibilang mundur lagi ke pkl. 17.00. Wah, kebayang betul nikmatnya duduk di kursi tunggu.. Penasaran, saya coba nelpon sobat yang kebetulan dinas di bandara Tjilik Riwut, hasilnya? Yang ada jadwal datang cuma Garuda pd pkl. 6 dan Sriwijaya pkl. 8 malam.. Sementara Batavia yg kita tumpangi blm bs dikonfirmasi kapan bs landing. Kemungkinan br pkl 9 ke atas. Ada sih kompensasi makan siang buat para penumpang. Hanya saja, sampe pukul 15 ini br masih dipesan. Dan penyebab dari semua ini adalah asap! Bandara ditutup karena kabut asap yg msh pekat. Selamat buat para pembakar lahan. Anda adalah pahlawan penghambat pembangunan. Ato teroris versi baru? Apa bedanya sama Noordin M Top. Masyarakat kan juga dbuat merasa tidak nyaman? Terancam keselamatan jiwa karena kesehatan terganggu? Aktivitas terganggu, perekonomian terganggu, bahkan sekolah bs2 diliburkan lagi.. Pemerintah, please do something more.. Selengkapnya Coy ......

Jumat, 25 September 2009

From Listrik to Gambut

Habis gelap terbitlah terang..habis terang? Gelap menjelang.. Bak roda berputar, kadang tiba giliran diatas dan dbawah.. Ngomongin apa coba? Hm.. Ini lagi nyoba ngegambarin keadaan listrik kita yang masih byar-pet gitu! Gelap terang gelap lagi. Saat ingat penjelasan PLN tentang sebab musabab padamnya listrik karena msh kurangnya pasokan, dtambah lagi jadwal rutin perawatan tiap tahun plus kendala di lapangan kaya faktor alam, dan pencurian sehingga PLN kerap ngeklaim terus merugi kayae kok logis dan bisa diterima. Tapi, kalo liat kepentingan akan listrik yang kita bayar buat kebutuhan hidup kok ya kita jadi yang dirugikan? Apalagi pemadamannya cukup sering. Yang ada cuma pasrah. Beberapa yang mampu, beli jenset. Yang laen pake emergency lamp, petromaks, lilin sampe uplik. BBM mahal. Ah, bukannya batubara yang jd salah satu bahan bakar itu diangkut dari kalimantan? Ada yg bilang, Kapal angkut bbm telat datang..hm, kenapa tu batubara ga dipake disini aja ya.. Ato, waduk lagi surut..Hm.. Ga diantisipasi apa? Pasti lagi-lagi karena ada ulah oknum.. Ga di masyarakat, ga di PLN. Ekonomi sulit pun jadi motivasi mereka berbuat curang. Buat yang miskin mungkin masih masuk akal walopun tetap ga bisa dibenarkan demi hukum. Tapi buat oknum yang sudah kaya? Punya jabatan? Hm.. Kemaruk kayaknya kata yang lebih pas. Bayangkan, sudah kabut asap menyesakkan, mati lampu pula. Wah, sempurnalah keadaan. Saat melihat gambut yg terus mengepul terbitlah harapan. Optimis kan bagus? Semoga saja segera ditemukan teknologi yg bisa membuat lahan gambut kita menjadi energi untuk menghidupkan listrik. Ato sudah ya? Tapi kok... Kalo punya listrik sendiri kan enak. Jadi ga tergantung lagi dgn PLTA prop.tetangga ato pasokan BBM yg telat. Gimana mau ada investor masuk kalo listrik aja sulit? Bila betul gambut berdaya guna sebagai alternatif sumber energi, Niscaya tak kan ada lagi yg membakar lahan gambut semena-mena karena gambut akan punya nilai ekonomi. Dampak positif laen? Tak kan lagi ada kabut asap yang menyesakkan di petak danum kita. Airport dan sekolah tak lagi harus diliburkan.. Apakah tahun depan masih seperti sekarang? Kita tunggu saja Selengkapnya Coy ......

Minggu, 20 September 2009

Idul Fitri

Tak semua bintang bercahaya, tak semua kerang berisi mutiara, tak semua insan lepas dari dosa, bila di hati ada prasangka, bila kata terselip dusta, kami sekeluarga menghaturkan. Minal Aidin Wal Faidzin . Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
SELAMAT HARI RAYA 'IDUL FITRI 1 SYAWAL 1430 H Selengkapnya Coy ......

Sabtu, 19 September 2009

Seniman Jogja

Ada yang unik nih di jalan menuju bandara adi sucipto. Kalo pengamen reguler cuma bawa gitar dan ecrek-ecrek, seorang lelaki nyentrik malah maenin alat musik tradisional di trotoar lampu merah. Lengkap dengan rias dan kostum ngejrenknya plus gamelan! Wah, pemandangan langka dan wajib diabadikan. Jogja, Jogja...Jepret! Selengkapnya Coy ......

Jumat, 18 September 2009

Money changer tepi jalan.

Yang penting usaha. Yah, itulah gambaran yang sempat saya tangkap dari kamera hape pas kebetulan lewat salah satu ruas jalan di Banjarmasin. Sejumlah orang melambai2kan segepok uang. Mereka adalah penukar uang instan. Yang ditawarkan uang nominal 10rb, 5rb dan 2rb an. Tentu harga yg dtawarkan lebih tinggi daripada bila dtukar di bank. Istilah nya nyalo uang receh. Ya menjelang lebaran gini uang receh baru sedang sangat diminati masyarakat. Kelak uang itu untuk dibagi2kan ke sanak keluarga di kampung. Ya semacam angpaw lah. Sebuah peluang bagi segelintir orang untuk mengais untung dari mereka yg enggan antri di bank. Yah, yang penting usaha.. Halal ga ya? Hm.. Selengkapnya Coy ......

Selasa, 08 September 2009

ASAP

Palangkaraya kian hari kian berkabut. Hebatnya, masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. Sekolah yang semula akan diliburkan dibatalkan karena pemerintah memandang situasi masih 'cukup sehat' . Padahal alat pendeteksi kualitas udara di bundaran besar telah beberapa hari menyebut 'kurang sehat' dan hari ini bahkan menunjukkan sinyal ' berbahaya'. Hm.. Bukan sekali ini saja Tuhan menegur hambaNYA yg telah lalai menjaga titipanNYA. Hampir tiap tahun bencana asap datang melanda. Siapa yang bertanggung jawab? Kita semua. Siapa yang menderita? Ya kita juga. Bila dalam bahasa Inggris ASAP berarti As Soon As Possible, maka dalam bahasa Indonesia jadi berarti Asap sebagai hasil pembakaran lahan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menyesakkan pernafasan dan membahayakan kesehatan. Mungkin lebih dari resiko asap rokok yang mengandung sejumlah racun dan berbahaya bagi jantung, paru-paru, janin ibu hamil, dan impotensi. ISPA menjadi begitu lumrah. Entah gimana dampaknya 5 sampe 10 tahun ke depan. Hujan buatan memang sempat turun sekali dua. Tapi itu belum cukup untuk memadamkan hot spot yang tersebar dimana-mana. Justru asap semakin tebal. Pesawat khusus penebar garam bahkan tidak bisa terbang lagi karena jarak pandang yang terbatas. Semoga segera ada solusi untuk masalah asap ini. Selengkapnya Coy ......

Rabu, 02 September 2009

Densus 88

DOR! Semua wajah tertegun. Untuk kesekian kalinya sudah suara ledakan itu terdengar dan mengusik ketenangan belajar. Konsentrasi pun buyar. Mana udah siang, mana jam terakhir, mana kabut asap dimana mana, mana lemes karena lagi pada puasa pula.. Ah, ada aja aja. Bak seorang anggota intelijen senior, tirai jendelapun disingkap sedikit untuk mengintai siapa gerangan 'teroris' yang barusan berbuat ulah.. Hm..ternyata anak-anak kelas XII yang tengah maen pingpong di sanggar sebelah dan hey, seorang diantaranya tengah menyulut sesuatu ditangannya dan... DOR! Petasan pun meletus nyaring. Jadi ini dia pelakunya. Harus diambil tindakan nih. Ide pun muncul untuk menangkap basah pelaku yang sempat terlihat senang menyaksikan reaksi kaget teman-temannya . Telpon Densus 88? Ah, masa segitunya. Inikan cuman kenakalan remaja. Biar mereka ngurusin teroris yang beneran. Grebek aja? Ntar pasti ga ada yang mau ngaku, dan biasanya pada langsung 'solider' buat diam seribu bahasa. Eh, mending dijepret aja lewat foto..siapa tau dapat wajah dan barang bukti. Kalo perlu ntar tempel aja di blog buat pelajaran bagi semua. Ancang-ancang pun diambil. Sayang sungguh sayang, wajah pelaku terlindung oleh tiang bangunan. Wah, malah jadi semisterius wajah pelaku bom aja..atau hari ini hari keberuntungan dia kali ya? he he. Ya udahlah. Mudah-mudahan si oknum siswa ini segera insyaf dan sadar bahwa bermain petasan itu tidak baik karena bisa merugikan diri sendiri maupun orang laen.. Selengkapnya Coy ......

Kamis, 27 Agustus 2009

Harta Terpendam

Ada berbagai kecerdasan yang dimiliki dan dipakai orang untuk mencapai sukses. Itulah yang diutarakan oleh Howard Gardner melalui teorinya, Kecerdasan Majemuk. Apa saja kecerdasan yang dimaksud nanti kita bahas. Satu hal yang menarik untuk dicermati adalah, dengan potensi-potensi kecerdasan yang ada itu, mengapa siswa-siswi kita masih tetap merasa dirinya bodoh? Mungkinkah ada yang salah dengan mereka atau justru sekolah yang patut dikoreksi? Bukan bermaksud mencari siapa yang salah, tapi harus diakui memang ada kekeliruan yang terjadi. Misalnya saja kebanyakan sekolah yang hanya berupaya semaksimal mungkin agar mendapat ‘gelar’ sekolah favorit karena berhasil meluluskan 100% siswa-siswanya setelah menempuh ujian nasional tiap tahunnya. Walaupun masih banyak kisah kontroversial yang menyertai keberhasilan itu..hm.. Anak-anak dijejali dengan seabreg tugas belajar dan les tambahan diluar jam belajar. Di rumah orang tua tak kalah repot. Anak disuruh ikut bimbel ini itu untuk menggenjot kemampuan IQ agar lulus dalm tiap ujian. Semua demi angka rapor dan SKHU yang melampaui angka KKM atau standar kelulusan nasional yang ditetapkan. Semua berorientasi ke angka-angka. Bahkan yang unik pernah terjadi adalah seorang anak juara olimpiade yang tidak lulus UN. Wah? Masyarakat pun terperangah dan kembali bertanya, Siapa yang salah? Sekolah, sistem pendidikan, Orang tua, atau siapa? Bila kita tengok ke sekolah, jujur segala suatu masih cenderung mengacu ke pemerolehan IQ saja (baca: naik kelas dan lulus UN). Generasi apa yang sedang kita persiapkan ini?
Kembali ke teori Gardner, sejatinya kecerdasan tidak hanya berupa IQ yang kita kenal selama ini. Gardner pun menyebut ke tujuh kecerdasan itu: Kecerdasan Visual/Spasial, Kecerdasan Verbal/Linguistik, Kecerdasan Musikal, Kecerdasan Kinestetis, Kecerdasan Logis/Matematis, Kecerdasan Interpersonal, dan Kecerdasan Intrapersonal. Sungguh siswa-siswi kita memiliki beberapa diantaranya atau bahkan semuanya. Sekarang saatnya kita semua membuka mata. Kita telaah tiap potensi kecerdasan yang mungkin mereka miliki. Lebih cepat lebih baik. Setelah itu potensi tadi pun siap digarap. Orang tua diharapkan tidak bulat-bulat menyerahkan tanggung jawab pendidikan anak hanya ke pihak sekolah. Demikian pula sebaliknya. Mainkan peran sesuai porsi masing-masing. Orang tua dan guru sudah selayaknya bersinergi untuk mengamati dan menggali potensi kecerdasan apa saja yang mungkin dimiliki oleh si anak jauh di dalam sana. Bak ‘harta yang terpendam’. Cobalah perhatikan. Apakah anak atau anak didik kita ada yang memiliki daya pengamatan yang tinggi dan kemampuan berpikir dalam bentuk gambar. Mereka yang termasuk dalam kategori ini biasanya senang bermain dengan hal merakit atau membentuk sesuatu. Mereka juga senang menciptakan bentuk dari cat, tanah liat ataupun program komputer. Anak yang memiliki kecerdasan ini juga dapat dengan mudah mengenali bentuk wajah seseorang dalam kerumunan orang banyak.Kelak mereka akan mampu bekerja dalam bidang arsitek, seniman, set designer, perancang grafis komputer maupun fotografer. Nah, mereka inilah yang disebut memiliki kecerdasan visual/spasial. Adakah anak didik kita berbicara lebih cepat dan lebih sering. Mereka senang mungumpulkan kata-kata nakal dan memamerkan kemampuan mereka kepada orang lain. Ribut dan suka berceloteh saat guru menjelaskan atau Mereka menyukai lelucon dan kalimat plesetan. Anak-anak ini juga senang memutar film atau cerita berulang-ulang, sampai mereka hafal di luar kepala. Sesungguhnyalah mereka itu memiliki kepekaan dalam memahami struktur, arti, dan penggunaan bahasa, baik tulisan maupun lisan. Nah mereka ini bisa saja menjadi pengajar, pengacara, ahli hubungan masyarakat, juga penulis di kemudian hari. Mereka memiliki kecerdasaan verbal/linguistik. Hanya belum terarah dengan baik. Selanjutnya bila kita mendapati mereka memiliki kemampuan mengenali pola, tinggi rendahnya nada, melodi, dan irama, ditambah dengan kepekaan menangkap aspek-aspek bunyi dan musik secara mendalam atau penuh perasaan. Beberapa composer dunia seperti Beethoven, Mozart, atau grup musik Scorpion, penyanyi dan aktor Frank Sinatra adalah contoh mereka yang memiliki kecerdasan berikutnya, yakni kecerdasan musikal. Coba perhatikan apakah anak atau anak didik kita mempunyai kemampuan untuk mengolah tubuh secara ahli, atau kemampuan untuk mengekspresikan gagasan dan emosi melalui gerakan. Ini termasuk kemampuan menangani benda dengan cekatan dan membuat sesuatu. Michael Jordan, David beckham, atau penari dan penyani Joshepine Parker adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan di bidang olah tubuh. Mereka ini termasuk kategori yang memiliki kecerdasan kinestetis. Kecerdasan berikutnya adalah kecerdasan logis/matematis. Apakah para anak didik mampu mengatur pola pikir induktif dan deduktif, bekerja dengan angka dan pola abstrak, serta mampu berpikir logis. Albert Einstein, ahli tumbuh-tumbuhan dan kimia tanaman George Washington Carver, dan ahli astronomi Benjamin Banneker disebut sebagai orang-orang yang memiliki kecerdasan logis dan matematis yang tinggi. Barangkali anak kita pun ada yang punya potensi kecerdasan ini? Berikutnya, Kecerdasan interpersonal. Ini terkait dengan kepandaian untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Kecerdasan ini menuntun seseorang untuk memahami, bekerja sama dan berkomunikasi serta memelihara hubungan baik dengan orang lain. Mereka biasanya pandai bergaul dan memiliki banyak teman. Karena itulah mereka dengan kecerdasan ini bisa menjadi konsultan, manajer HRD, pandai melobi atau juru runding,atau juga berniaga. Mereka yang mengenali dirinya, terutama kepekaan terhadap nilai, tujuan dan perasaan mereka termasuk kategori memiliki potensi kecerdasan intrapersonal. Sifat tersebut membuat mereka mandiri, penuh percaya diri, punya tujuan dan disiplin. Mereka pun tidak ragu-ragu untuk berpartisipasi dalam kelompok. Potensi ini mengarahkan mereka untuk menjadi peneliti, ahli agama, ahli kebudayaan, juga pengamat yang baik. Anak-anak dengan kecerdasan intrapersonal biasanya tidak cepat puas dengan hasil pekerjaan mereka. Mereka akan terus mengeksplorasi diri sendiri. Selain itu,ada dua kecerdasan lain yang tak kalah penting dan justru punya pengaruh besar yaitu Kecerdasan spiritual dan Kecerdasan emosional. Yang pertama adalah untuk mengolah God spot di dalam diri untuk senantiasa taat kepada sang Khalik yang maha memberi kecerdasan dan tuntunan, dan kecerdasan yang kedua untuk mengasah diri terhindar dari stress, depresi, dan frustasi menjalani tantangan hidup dan kehidupan. Kecerdasan sejatinya merupakan kumpulan dari kepingan kemampuan yang ada di beragam bagian otak dan semua kepingan ini saling berhubungan, tetapi juga bisa bekerja sendiri-sendiri. Seorang anak mungkin hanya memiliki sekian dari semua kecerdasan tadi. Atau bahkan semua? Seperti halnya otot, kecerdasan dapat berkembang sepanjang hidup asal terus dibina dan ditingkatkan. Sayang sungguh sayang kita masih sering luput mengamati, lebih-lebih menggali semua potensi yang ada di anak. Anak lebih sering dibiarkan mencari jati diri sendiri. Hasilnya? Ada yang berhasil namun tidak sedikit yang malah tersesat atau bahkan disesatkan ke hal negatif. Lingkungan dimana si anak tumbuh dan berkembang sudah pasti turut andil dalam proses penggalian potensi ini. Artinya, dalam lingkungan yang tepat, orang bisa menjadi semakin cerdas. Bahwa orang tua, Sekolah (dalam hal ini guru), dan Masyarakat bertanggung jawab memberikan lingkungan yang tepat bagi mereka adalah hal yang sudah seharusnya. Namun satu hal lain yang patut diingat oleh para siswa sendiri sebagai individu adalah bahwa mereka pun tak lepas dari tanggung jawab atas diri mereka sendiri. Pilihannya adalah untuk berkembang secara positif dengan potensi kecerdasan masing-masing atau malah kehilangan Jati diri dan terjerembab dalam pencarian. Semua ada di depan mata. Apakah ‘harta itu masih terpendam’ ? Butuh niat dan usaha yang sungguh-sungguh untuk bisa mewujudkannya. (Sumber : Seven Times Smarter, Laurel Schmidt)
Selengkapnya Coy ......

Siapa bilang..

Ga PEDE? lihat saja gaya Dwima sama Richard di depan kelas hari ini saat presentasi topik recount text.. Boljug neh aksinya.. Tapi tetep belajar kan guys? Good. Keep it that way. Selengkapnya Coy ......

Senin, 24 Agustus 2009

Warung Tenda

Kejadian ini sebelum bulan puasa tiba. Saat itu mentari baru tergelincir. Ga enak kemagriban di jalan, Kami memutuskan untuk singgah sekalian makan sebentar di salah satu tenda di sepanjang jalur Yos sudarso. Belum lagi pesanan makanan datang, perut yg sedari tadi minta diisi sudah diusik sesosok pria yg sekonyong-konyong menghampiri kami dan menyodorkan secarik kertas fotokopian penggalan ayat suci sembari berucap, sumbangannya pak? Sumbangan kok ga jelas gini darimana buat apa nya. Hm.. Apa Ini ya yang namanya 'jual ayat' ? Jujur, setengah ragu tangan pun terulur memberi sumbangan. Mudah2an berguna. (karena td ragu2 jd ga dpt pahala deh). Semenit berlalu kami pun lanjut disuguhi seorang pengamen ga berbakat yg nekat menjual teriakan pas-pas an, bersaing mengalahkan bunyi bising lagu dari loudspeaker kanan kiri tenda yg juga sahut-sahutan. Mungkin berharap suatu saat bakal bernasib kaya mbah Surip. Jengah dengerin nada fales, Selembar ribuan pun buru-buru dimasukan ke dalam gelas bekas air mineral. Eh, ini baru juga mau nyantap udah muncul lagi tangan-tangan anak-anak kecil menengadah, menarik-narik baju.. om, om minta duitnya...nah, Generasi muda apa pula ini? Kali ini bukan uang yang dberikan tapi nasihat..bla bla bla. Lewat sebentar rombongan ini, datang lagi yang laen. Kali ini seorang ibu bertutup kerudung menutup sebagian wajah (masih punya malu mungkin?) menyodorkan wadah bekas tempat sabun. Tapi dia melewati saja meja kami begitu saya mau foto. Buruan foto kata temen saya..duh krn cepet2 jadi ngeblur. Wah, ini tempat makan ato apa ya? bukan kenapa-kenapa sih, cuman kok rasanya kota Cantik ini udah kaya kota besar macam Jakarta yang konon lebih kejam dari ibu tiri.. Penuh oleh pengangguran dan peminta-minta. Selesai makan, kami pun berinisiatif nanya ke ibu yang jualan. 'emang ga ada yang nertibkan ya bu? 'yah, udah sering ditegur tetap aja mereka kaya gitu, susah pak' si ibu berujar. Hm.. Bukannya sebenarnya ada yang lebih berwenang menertibkan mereka bu ya? ... Iya sih pak. Si ibu berkata dalam hati..paling cuma sbentar tertibnya.. Setelah bayar makan dan parkir kami pun segera berlalu.. Eits, foto dulu deh tendanya... Blitz!! Pengamen laen masuk lagi ke tenda tadi. Blitz!! Ah, ga kena difoto.. Ya udah, cabut aja. Selengkapnya Coy ......

Minggu, 23 Agustus 2009

Tak lekang oleh waktu

Tak sengaja saat jalan-jalan sore bareng keluarga sambil ngabuburit, saya sekilas melihat orang yg lagi jualan mainan didalam baskom berisi air di trotoar. Tidak begitu rame orang merubung. Penasaran saya mendekat. Wah, Mainan Kapal-kapalan dari kaleng bekas. masih ada ya mainan jadul ini di era global. Saya jadi teringat masa kecil. Kapal ini lebih tua bahkan. Mungkin seusia kapal perang kita? Hm..Pantas aja malaysia berani ngledekin kita di kawasan Ambalat sana. Kapal kita kalah cepat. Oya, Kapal seng yg bertenaga minyak kelapa dan sumbu kapas yg disulut api ini mampu membuat si kapal perang maju dan menggerakkan kedua meriam kecilnya yg berbunyi tok o tok..o tok. Cukup membuat kami, anak kecil, takjub saat itu. Tak selaju speed boat bertenaga batere memang. Tapi justru disitulah letak seni mainan ini. Bukan cuma karena harga yg sangat terjangkau maka kami lebih memilihnya. Kami seperti ditantang untuk menjadi kreatif mencoba menggunakan bahan bakar lain selain sumbu kapas dan minyak kelapa. Maka dicobalah minyak tanah, bensin, oli bekas, sampe mentega dan lilin. Hasilnya? Boros dan bahkan bikin kapal terbakar dan gosong! He he. Oya, bahkan sabun colek yg hanya cocok buat kapal gabus super mini pun dicoba.. Juga tenaga kincir karet gelang. Ah, yang penting kita jadi terpacu buat bereksperimen sendiri. Ala anak-anak tentunya. Penuh keceriaan dan rasa bangga. Apakah anak-anak kecil sekarang juga se'kreatif' anak-anak jadul ya? Selengkapnya Coy ......

Jumat, 21 Agustus 2009

Kreatifitas

Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, kreatifitas berarti kemampuan untuk mencipta; daya cipta; 2 perihal berkreasi; kekreatifan. Sementara Wikipedia mengatakan bahwa kreatifitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada.Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran kreatif (kadang disebut pemikiran divergen) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari kreativitas adalah tindakan membuat sesuatu yang baru. Kreatif yang bernilai positif sejatinya dapat dengan mudah kita lakukan. Yang paling utama adalah kita harus tahu ilmunya dulu. yang pasti jangan malas! Ibarat pisau Kreativitas itu adalah sesuatu yang perlu diasah agar tidak tumpul, tidak sekedar mengandalkan pada bakat saja. Orang yang berbakat tapi malas (tidak pernah mengasah) tidak akan berhasil, tapi orang yang tidak berbakat tapi tekun mengasah kreativitasnya, pasti akan maju. Lakukan saja kemudian perhatikan apa yang terjadi ( Kaya Mario teguh..)
kreativitas kadang membutuhkan gerak fisik yang banyak, misalnya saat mengisi waktu dengan mengecat pagar, mengolah bahan daur ulang untuk dibuat kerajinan tangan dan sebagainya. Jangan lupa, kreatif itu bukan hanya mencipta sesuatu yang baru, mendayagunakan waktu kita untuk sesuatu yang lebih berguna juga bisa dikategorikan hal yang kreatif. Misalnya daripada sekedar nongkrong di pinggir trotoar bundaran besar ngeliatin orang wira-wiri, kenapa gak melakukan kegiatan-kegiatan yang positif seperti hal-hal tadi? Membaca dan menulispun bisa jadi sesuatu yang kreatif kalau kita sungguh-sungguh. Karena dengan membaca dan menulis sejatinya kita tengah kreatif menambah dan mengasah wawasan dan pengetahuan yang sudah ada di kepala. Beberapa hal yang dianggap menghambat munculnya kreatifitas, a.l adalah: Kebiasaan,Waktu,Dibanjiri Masalah,Tidak Ada Masalah,Takut Gagal,Kegiatan Mental yang Sulit Diarahkan,Takut Bersenang-senang,dan Kritik Orang Lain: BAGAIMANA MEMUNCULKAN GAGASAN KREATIF? Ada beberapa yang patut dicoba, diantaranya: Kuantitas Gagasan,Perbanyaklah pemunculan gagasan di kepala. Jangan buru-buru puas dengan hanya satu gagasan saja. Teknik Brainstorming, kegiatan yang mencoba memunculkan gagasan untuk memecahkan masalah. Mengatasi hambatan dan kritik. Sinektik, Semacam kegiatan yang merubah sebuah gagasan yang terdengar 'asing' menjadi lebih 'akrab' untuk dikerjakan atau sebaliknya. Memfokuskan Tujuan.Proses pengulangan untuk bisa memfokuskan diri terhadap suatu gagasan. Suatu metode yang menggunakan imajinasi tentang apa yang kita inginkan besok, telah terjadi saat ini. Sehingga mengarahkan pikiran untuk berpusat kepada tujuan. Nah, semoga kumpulan tulisan ni ada manfaatnya. Mulai sekarang kreatiflah! references: http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php http://www.kapanlagi.com/a/tips-jitu-asah-kreativitas.html http://id.wikipedia.org/wiki/Kreativitas
Selengkapnya Coy ......

Marhaban Ya Ramadhan..

Ramadhan berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang berarti panas yang menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah. Bangsa Babylonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan ke sembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh segatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadhan, bulan dengan panas yang menghanguskan. Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadhan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami 'panas'nya Ramadhan secara metaphoric (kiasan). Karena di hari-hari Ramadhan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan. Atau, diharapkan dengan ibadah-ibadah Ramadhan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai Ramadhan orang yang berpuasa tak lagi berdosa. Wallahu `alam.
Dari akar kata tersebut kata Ramadhan digunakan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas saat seseorang kehausan. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Ramadhan digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana matahari membakar tanah. Namun kata ramadan tidak dapat disamakan artinya dengan ramadhan. Ramadan dalam bahasa arab artinya orang yang sakit mata mau buta. Lebih lanjut lagi hal itu dikiaskan dengan dimanfaatkannya momen Ramadhan oleh para penganut Islam yang serius untuk mencairkan, menata ulang dan memperbaharui kekuatan fisik, spiritual dan tingkah lakunya, sebagaimana panas merepresentasikan sesuatu yang dapat mencairkan materi. this article is coppied from wikipedia
Selengkapnya Coy ......

Avatar anak BING rombel X SMADA yang manfaatin ICT:

Scroll Text - http://www.marqueetextlive.com