About this blog: It consists of free articles and pictures based on erwan's recent interests only (most are related to education field) and the rest are about the ongoing issues. Some are taken and linked from the source sites while the others are of his own. FYI, the links (in the side bar) are also prepared due to the needs of his job; to encourage his students to learn English via internet, to provide them with helpful sources, and gadgets, and to communicate with them as well. However, visitors from worldwide are also welcome here. Please leave your comments in any space provided to make it better and better in the days to come. Belajar bahasa itu indah Thank you.

INFO GRESS!

Mulai tahun pelajaran 2013-2014 ini saya hijrah mengajar ke kelas XII IS 1, 2 dan 3. Buat bocah rombel X kemaren yang pernah belajar bareng saya dan masuk ke kelas diatas ' I just wanna say, Hey, It's you again! and you know what? as I told you all before, E-Primbon kalian di rombel X kemarin kudu diaktifkan kembali. Well? Any problem? It's never too late to start all over again. Saat bekerja telah tiba. Ayo Semangat!
Anyway, buat bocah rombel X yang baru gabung di SMADA Tahun ini masih boleh browsing dan unduh apa aja di blog ini atawa di blog rombel X RSBI. Raw material nya di sini ato di sana.
Terimakasih. I LOVE YOU ALL.

Rabu, 03 Februari 2010

Hasil Polling Ujian Nasional

Ujian nasional. Ramai dibicarakan. Guna berpartisipasi untuk negeri, saya pun coba bikin polling sederhana untuk para siswa. Berdasarkan polling pendapat perihal pendapat siswa tentang perlu tidaknya UN, didapati aangka 9% yang menyatakan setuju diteruskan karena UN dianggap mampu menjaga mutu pendidikan di Indonesia. Senada dengan komentar para pejabat berwenang yang kerap dinyatakan di media bahwa UN adalah instrumen penting yang dipakai untuk standardisasi pendidikan secara nasional. Selain itu, UN juga dimaksudkan untuk mengeliminir adanya kesenjangan standar antar satuan pendidikan baik di dalam suatu daerah tertentu, maupun antar satu daerah dengan daerah yang lain. Kembali ke hasil polling. Berikutnya didapat angka cukup besar, sekitar 51 % dari para siswa yang memilih opsi UN boleh saja diteruskan, Cuma, bukan satu-satunya cara penilaian untuk menentukan lulus tidaknya siswa. Hal ini senada dengan statement beberapa pengamat pendidikan yang menyatakan pentingnya hasil proses belajar di sekolah selama 3 tahun (SMA) untuk turut menentukan kelulusan siswa sehingga sejatinya proses pendidikan para siswa menjadi lebih bermakna. Bukankah para guru di sekolah yang lebih tau dan mengerti kemampuan para muridnya sendiri? Hal menarik untuk dicermati lain adalah adanya beberapa pendapat pengamat yang menyebut banyak satuan pendidikan atau sekolah yang hanya berorientasi ke UN, sehingga proses belajar yang meliputi banyak mata pelajaran selain yang di UN kan terganggu dan menjadi ‘anak tiri’. Dan yang paling parah dan tak sesuai dengan cita-cita ‘Mencerdaskan kehidupan bangsa..’ adalah adanya upaya-upaya curang yang kian menyubur baik itu dari tingkat oknum siswa, guru, kepala sekolah, kepala dinas, kepala daerah dst demi tercapainya tingkat kelulusan 100% sehingga menjadi cermin keberhasilan sebuah pembangunan daerah. Wah? Pendidikan berubah makna dari sebuah proses menjadi hasil akhir semata. Harus dicari solusi cerdas atas masalah ini. Selanjutnya, hasil polling menunjukkan angka cukup besar, yakni 30 % siswa memilih opsi ‘mending UN ditiadakan saja karena Cuma menghabiskan duit. Lebih baik dana UN dijadikan tambahan beasiswa saja.’ Kebayang berapa dana yang dipakai untuk menggelar sebuah Ujian Nasional. Negara menjadi ‘boros’. Bukankah masih banyak bangunan sekolah yang rusak di pelosok negeri? Bukankah masih banyak anak-anak yang putus sekolah atau bahkan tidak mampu bersekolah sama sekali karena tak ada uang? Nah dana UN dijadikan beasiswa saja buat mereka yang membutuhkan. Lagi-lagi harus dengan pengawasan ketat tentunya. Hm.. ironis ya. Ada yang salah dengan sistem pendidikan kita? Tapi kita tetep aja harus optimis kan? Kendati tetap ada 10% yang skeptis dengan memilih opsi ‘maaf, no komen. Cape deh’. Semoga para pembuat kebijakan menjadi lebih semangat, arif dan bijaksana dalam menyikapi masalah ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

any opinion?

Avatar anak BING rombel X SMADA yang manfaatin ICT: