About this blog: It consists of free articles and pictures based on erwan's recent interests only (most are related to education field) and the rest are about the ongoing issues. Some are taken and linked from the source sites while the others are of his own. FYI, the links (in the side bar) are also prepared due to the needs of his job; to encourage his students to learn English via internet, to provide them with helpful sources, and gadgets, and to communicate with them as well. However, visitors from worldwide are also welcome here. Please leave your comments in any space provided to make it better and better in the days to come. Belajar bahasa itu indah Thank you.

INFO GRESS!

Mulai tahun pelajaran 2013-2014 ini saya hijrah mengajar ke kelas XII IS 1, 2 dan 3. Buat bocah rombel X kemaren yang pernah belajar bareng saya dan masuk ke kelas diatas ' I just wanna say, Hey, It's you again! and you know what? as I told you all before, E-Primbon kalian di rombel X kemarin kudu diaktifkan kembali. Well? Any problem? It's never too late to start all over again. Saat bekerja telah tiba. Ayo Semangat!
Anyway, buat bocah rombel X yang baru gabung di SMADA Tahun ini masih boleh browsing dan unduh apa aja di blog ini atawa di blog rombel X RSBI. Raw material nya di sini ato di sana.
Terimakasih. I LOVE YOU ALL.

Kamis, 27 Agustus 2009

Harta Terpendam

Ada berbagai kecerdasan yang dimiliki dan dipakai orang untuk mencapai sukses. Itulah yang diutarakan oleh Howard Gardner melalui teorinya, Kecerdasan Majemuk. Apa saja kecerdasan yang dimaksud nanti kita bahas. Satu hal yang menarik untuk dicermati adalah, dengan potensi-potensi kecerdasan yang ada itu, mengapa siswa-siswi kita masih tetap merasa dirinya bodoh? Mungkinkah ada yang salah dengan mereka atau justru sekolah yang patut dikoreksi? Bukan bermaksud mencari siapa yang salah, tapi harus diakui memang ada kekeliruan yang terjadi. Misalnya saja kebanyakan sekolah yang hanya berupaya semaksimal mungkin agar mendapat ‘gelar’ sekolah favorit karena berhasil meluluskan 100% siswa-siswanya setelah menempuh ujian nasional tiap tahunnya. Walaupun masih banyak kisah kontroversial yang menyertai keberhasilan itu..hm.. Anak-anak dijejali dengan seabreg tugas belajar dan les tambahan diluar jam belajar. Di rumah orang tua tak kalah repot. Anak disuruh ikut bimbel ini itu untuk menggenjot kemampuan IQ agar lulus dalm tiap ujian. Semua demi angka rapor dan SKHU yang melampaui angka KKM atau standar kelulusan nasional yang ditetapkan. Semua berorientasi ke angka-angka. Bahkan yang unik pernah terjadi adalah seorang anak juara olimpiade yang tidak lulus UN. Wah? Masyarakat pun terperangah dan kembali bertanya, Siapa yang salah? Sekolah, sistem pendidikan, Orang tua, atau siapa? Bila kita tengok ke sekolah, jujur segala suatu masih cenderung mengacu ke pemerolehan IQ saja (baca: naik kelas dan lulus UN). Generasi apa yang sedang kita persiapkan ini?
Kembali ke teori Gardner, sejatinya kecerdasan tidak hanya berupa IQ yang kita kenal selama ini. Gardner pun menyebut ke tujuh kecerdasan itu: Kecerdasan Visual/Spasial, Kecerdasan Verbal/Linguistik, Kecerdasan Musikal, Kecerdasan Kinestetis, Kecerdasan Logis/Matematis, Kecerdasan Interpersonal, dan Kecerdasan Intrapersonal. Sungguh siswa-siswi kita memiliki beberapa diantaranya atau bahkan semuanya. Sekarang saatnya kita semua membuka mata. Kita telaah tiap potensi kecerdasan yang mungkin mereka miliki. Lebih cepat lebih baik. Setelah itu potensi tadi pun siap digarap. Orang tua diharapkan tidak bulat-bulat menyerahkan tanggung jawab pendidikan anak hanya ke pihak sekolah. Demikian pula sebaliknya. Mainkan peran sesuai porsi masing-masing. Orang tua dan guru sudah selayaknya bersinergi untuk mengamati dan menggali potensi kecerdasan apa saja yang mungkin dimiliki oleh si anak jauh di dalam sana. Bak ‘harta yang terpendam’. Cobalah perhatikan. Apakah anak atau anak didik kita ada yang memiliki daya pengamatan yang tinggi dan kemampuan berpikir dalam bentuk gambar. Mereka yang termasuk dalam kategori ini biasanya senang bermain dengan hal merakit atau membentuk sesuatu. Mereka juga senang menciptakan bentuk dari cat, tanah liat ataupun program komputer. Anak yang memiliki kecerdasan ini juga dapat dengan mudah mengenali bentuk wajah seseorang dalam kerumunan orang banyak.Kelak mereka akan mampu bekerja dalam bidang arsitek, seniman, set designer, perancang grafis komputer maupun fotografer. Nah, mereka inilah yang disebut memiliki kecerdasan visual/spasial. Adakah anak didik kita berbicara lebih cepat dan lebih sering. Mereka senang mungumpulkan kata-kata nakal dan memamerkan kemampuan mereka kepada orang lain. Ribut dan suka berceloteh saat guru menjelaskan atau Mereka menyukai lelucon dan kalimat plesetan. Anak-anak ini juga senang memutar film atau cerita berulang-ulang, sampai mereka hafal di luar kepala. Sesungguhnyalah mereka itu memiliki kepekaan dalam memahami struktur, arti, dan penggunaan bahasa, baik tulisan maupun lisan. Nah mereka ini bisa saja menjadi pengajar, pengacara, ahli hubungan masyarakat, juga penulis di kemudian hari. Mereka memiliki kecerdasaan verbal/linguistik. Hanya belum terarah dengan baik. Selanjutnya bila kita mendapati mereka memiliki kemampuan mengenali pola, tinggi rendahnya nada, melodi, dan irama, ditambah dengan kepekaan menangkap aspek-aspek bunyi dan musik secara mendalam atau penuh perasaan. Beberapa composer dunia seperti Beethoven, Mozart, atau grup musik Scorpion, penyanyi dan aktor Frank Sinatra adalah contoh mereka yang memiliki kecerdasan berikutnya, yakni kecerdasan musikal. Coba perhatikan apakah anak atau anak didik kita mempunyai kemampuan untuk mengolah tubuh secara ahli, atau kemampuan untuk mengekspresikan gagasan dan emosi melalui gerakan. Ini termasuk kemampuan menangani benda dengan cekatan dan membuat sesuatu. Michael Jordan, David beckham, atau penari dan penyani Joshepine Parker adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan di bidang olah tubuh. Mereka ini termasuk kategori yang memiliki kecerdasan kinestetis. Kecerdasan berikutnya adalah kecerdasan logis/matematis. Apakah para anak didik mampu mengatur pola pikir induktif dan deduktif, bekerja dengan angka dan pola abstrak, serta mampu berpikir logis. Albert Einstein, ahli tumbuh-tumbuhan dan kimia tanaman George Washington Carver, dan ahli astronomi Benjamin Banneker disebut sebagai orang-orang yang memiliki kecerdasan logis dan matematis yang tinggi. Barangkali anak kita pun ada yang punya potensi kecerdasan ini? Berikutnya, Kecerdasan interpersonal. Ini terkait dengan kepandaian untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Kecerdasan ini menuntun seseorang untuk memahami, bekerja sama dan berkomunikasi serta memelihara hubungan baik dengan orang lain. Mereka biasanya pandai bergaul dan memiliki banyak teman. Karena itulah mereka dengan kecerdasan ini bisa menjadi konsultan, manajer HRD, pandai melobi atau juru runding,atau juga berniaga. Mereka yang mengenali dirinya, terutama kepekaan terhadap nilai, tujuan dan perasaan mereka termasuk kategori memiliki potensi kecerdasan intrapersonal. Sifat tersebut membuat mereka mandiri, penuh percaya diri, punya tujuan dan disiplin. Mereka pun tidak ragu-ragu untuk berpartisipasi dalam kelompok. Potensi ini mengarahkan mereka untuk menjadi peneliti, ahli agama, ahli kebudayaan, juga pengamat yang baik. Anak-anak dengan kecerdasan intrapersonal biasanya tidak cepat puas dengan hasil pekerjaan mereka. Mereka akan terus mengeksplorasi diri sendiri. Selain itu,ada dua kecerdasan lain yang tak kalah penting dan justru punya pengaruh besar yaitu Kecerdasan spiritual dan Kecerdasan emosional. Yang pertama adalah untuk mengolah God spot di dalam diri untuk senantiasa taat kepada sang Khalik yang maha memberi kecerdasan dan tuntunan, dan kecerdasan yang kedua untuk mengasah diri terhindar dari stress, depresi, dan frustasi menjalani tantangan hidup dan kehidupan. Kecerdasan sejatinya merupakan kumpulan dari kepingan kemampuan yang ada di beragam bagian otak dan semua kepingan ini saling berhubungan, tetapi juga bisa bekerja sendiri-sendiri. Seorang anak mungkin hanya memiliki sekian dari semua kecerdasan tadi. Atau bahkan semua? Seperti halnya otot, kecerdasan dapat berkembang sepanjang hidup asal terus dibina dan ditingkatkan. Sayang sungguh sayang kita masih sering luput mengamati, lebih-lebih menggali semua potensi yang ada di anak. Anak lebih sering dibiarkan mencari jati diri sendiri. Hasilnya? Ada yang berhasil namun tidak sedikit yang malah tersesat atau bahkan disesatkan ke hal negatif. Lingkungan dimana si anak tumbuh dan berkembang sudah pasti turut andil dalam proses penggalian potensi ini. Artinya, dalam lingkungan yang tepat, orang bisa menjadi semakin cerdas. Bahwa orang tua, Sekolah (dalam hal ini guru), dan Masyarakat bertanggung jawab memberikan lingkungan yang tepat bagi mereka adalah hal yang sudah seharusnya. Namun satu hal lain yang patut diingat oleh para siswa sendiri sebagai individu adalah bahwa mereka pun tak lepas dari tanggung jawab atas diri mereka sendiri. Pilihannya adalah untuk berkembang secara positif dengan potensi kecerdasan masing-masing atau malah kehilangan Jati diri dan terjerembab dalam pencarian. Semua ada di depan mata. Apakah ‘harta itu masih terpendam’ ? Butuh niat dan usaha yang sungguh-sungguh untuk bisa mewujudkannya. (Sumber : Seven Times Smarter, Laurel Schmidt)
Selengkapnya Coy ......

Siapa bilang..

Ga PEDE? lihat saja gaya Dwima sama Richard di depan kelas hari ini saat presentasi topik recount text.. Boljug neh aksinya.. Tapi tetep belajar kan guys? Good. Keep it that way. Selengkapnya Coy ......

Senin, 24 Agustus 2009

Warung Tenda

Kejadian ini sebelum bulan puasa tiba. Saat itu mentari baru tergelincir. Ga enak kemagriban di jalan, Kami memutuskan untuk singgah sekalian makan sebentar di salah satu tenda di sepanjang jalur Yos sudarso. Belum lagi pesanan makanan datang, perut yg sedari tadi minta diisi sudah diusik sesosok pria yg sekonyong-konyong menghampiri kami dan menyodorkan secarik kertas fotokopian penggalan ayat suci sembari berucap, sumbangannya pak? Sumbangan kok ga jelas gini darimana buat apa nya. Hm.. Apa Ini ya yang namanya 'jual ayat' ? Jujur, setengah ragu tangan pun terulur memberi sumbangan. Mudah2an berguna. (karena td ragu2 jd ga dpt pahala deh). Semenit berlalu kami pun lanjut disuguhi seorang pengamen ga berbakat yg nekat menjual teriakan pas-pas an, bersaing mengalahkan bunyi bising lagu dari loudspeaker kanan kiri tenda yg juga sahut-sahutan. Mungkin berharap suatu saat bakal bernasib kaya mbah Surip. Jengah dengerin nada fales, Selembar ribuan pun buru-buru dimasukan ke dalam gelas bekas air mineral. Eh, ini baru juga mau nyantap udah muncul lagi tangan-tangan anak-anak kecil menengadah, menarik-narik baju.. om, om minta duitnya...nah, Generasi muda apa pula ini? Kali ini bukan uang yang dberikan tapi nasihat..bla bla bla. Lewat sebentar rombongan ini, datang lagi yang laen. Kali ini seorang ibu bertutup kerudung menutup sebagian wajah (masih punya malu mungkin?) menyodorkan wadah bekas tempat sabun. Tapi dia melewati saja meja kami begitu saya mau foto. Buruan foto kata temen saya..duh krn cepet2 jadi ngeblur. Wah, ini tempat makan ato apa ya? bukan kenapa-kenapa sih, cuman kok rasanya kota Cantik ini udah kaya kota besar macam Jakarta yang konon lebih kejam dari ibu tiri.. Penuh oleh pengangguran dan peminta-minta. Selesai makan, kami pun berinisiatif nanya ke ibu yang jualan. 'emang ga ada yang nertibkan ya bu? 'yah, udah sering ditegur tetap aja mereka kaya gitu, susah pak' si ibu berujar. Hm.. Bukannya sebenarnya ada yang lebih berwenang menertibkan mereka bu ya? ... Iya sih pak. Si ibu berkata dalam hati..paling cuma sbentar tertibnya.. Setelah bayar makan dan parkir kami pun segera berlalu.. Eits, foto dulu deh tendanya... Blitz!! Pengamen laen masuk lagi ke tenda tadi. Blitz!! Ah, ga kena difoto.. Ya udah, cabut aja. Selengkapnya Coy ......

Minggu, 23 Agustus 2009

Tak lekang oleh waktu

Tak sengaja saat jalan-jalan sore bareng keluarga sambil ngabuburit, saya sekilas melihat orang yg lagi jualan mainan didalam baskom berisi air di trotoar. Tidak begitu rame orang merubung. Penasaran saya mendekat. Wah, Mainan Kapal-kapalan dari kaleng bekas. masih ada ya mainan jadul ini di era global. Saya jadi teringat masa kecil. Kapal ini lebih tua bahkan. Mungkin seusia kapal perang kita? Hm..Pantas aja malaysia berani ngledekin kita di kawasan Ambalat sana. Kapal kita kalah cepat. Oya, Kapal seng yg bertenaga minyak kelapa dan sumbu kapas yg disulut api ini mampu membuat si kapal perang maju dan menggerakkan kedua meriam kecilnya yg berbunyi tok o tok..o tok. Cukup membuat kami, anak kecil, takjub saat itu. Tak selaju speed boat bertenaga batere memang. Tapi justru disitulah letak seni mainan ini. Bukan cuma karena harga yg sangat terjangkau maka kami lebih memilihnya. Kami seperti ditantang untuk menjadi kreatif mencoba menggunakan bahan bakar lain selain sumbu kapas dan minyak kelapa. Maka dicobalah minyak tanah, bensin, oli bekas, sampe mentega dan lilin. Hasilnya? Boros dan bahkan bikin kapal terbakar dan gosong! He he. Oya, bahkan sabun colek yg hanya cocok buat kapal gabus super mini pun dicoba.. Juga tenaga kincir karet gelang. Ah, yang penting kita jadi terpacu buat bereksperimen sendiri. Ala anak-anak tentunya. Penuh keceriaan dan rasa bangga. Apakah anak-anak kecil sekarang juga se'kreatif' anak-anak jadul ya? Selengkapnya Coy ......

Jumat, 21 Agustus 2009

Kreatifitas

Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, kreatifitas berarti kemampuan untuk mencipta; daya cipta; 2 perihal berkreasi; kekreatifan. Sementara Wikipedia mengatakan bahwa kreatifitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada.Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran kreatif (kadang disebut pemikiran divergen) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari kreativitas adalah tindakan membuat sesuatu yang baru. Kreatif yang bernilai positif sejatinya dapat dengan mudah kita lakukan. Yang paling utama adalah kita harus tahu ilmunya dulu. yang pasti jangan malas! Ibarat pisau Kreativitas itu adalah sesuatu yang perlu diasah agar tidak tumpul, tidak sekedar mengandalkan pada bakat saja. Orang yang berbakat tapi malas (tidak pernah mengasah) tidak akan berhasil, tapi orang yang tidak berbakat tapi tekun mengasah kreativitasnya, pasti akan maju. Lakukan saja kemudian perhatikan apa yang terjadi ( Kaya Mario teguh..)
kreativitas kadang membutuhkan gerak fisik yang banyak, misalnya saat mengisi waktu dengan mengecat pagar, mengolah bahan daur ulang untuk dibuat kerajinan tangan dan sebagainya. Jangan lupa, kreatif itu bukan hanya mencipta sesuatu yang baru, mendayagunakan waktu kita untuk sesuatu yang lebih berguna juga bisa dikategorikan hal yang kreatif. Misalnya daripada sekedar nongkrong di pinggir trotoar bundaran besar ngeliatin orang wira-wiri, kenapa gak melakukan kegiatan-kegiatan yang positif seperti hal-hal tadi? Membaca dan menulispun bisa jadi sesuatu yang kreatif kalau kita sungguh-sungguh. Karena dengan membaca dan menulis sejatinya kita tengah kreatif menambah dan mengasah wawasan dan pengetahuan yang sudah ada di kepala. Beberapa hal yang dianggap menghambat munculnya kreatifitas, a.l adalah: Kebiasaan,Waktu,Dibanjiri Masalah,Tidak Ada Masalah,Takut Gagal,Kegiatan Mental yang Sulit Diarahkan,Takut Bersenang-senang,dan Kritik Orang Lain: BAGAIMANA MEMUNCULKAN GAGASAN KREATIF? Ada beberapa yang patut dicoba, diantaranya: Kuantitas Gagasan,Perbanyaklah pemunculan gagasan di kepala. Jangan buru-buru puas dengan hanya satu gagasan saja. Teknik Brainstorming, kegiatan yang mencoba memunculkan gagasan untuk memecahkan masalah. Mengatasi hambatan dan kritik. Sinektik, Semacam kegiatan yang merubah sebuah gagasan yang terdengar 'asing' menjadi lebih 'akrab' untuk dikerjakan atau sebaliknya. Memfokuskan Tujuan.Proses pengulangan untuk bisa memfokuskan diri terhadap suatu gagasan. Suatu metode yang menggunakan imajinasi tentang apa yang kita inginkan besok, telah terjadi saat ini. Sehingga mengarahkan pikiran untuk berpusat kepada tujuan. Nah, semoga kumpulan tulisan ni ada manfaatnya. Mulai sekarang kreatiflah! references: http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php http://www.kapanlagi.com/a/tips-jitu-asah-kreativitas.html http://id.wikipedia.org/wiki/Kreativitas
Selengkapnya Coy ......

Marhaban Ya Ramadhan..

Ramadhan berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang berarti panas yang menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah. Bangsa Babylonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan ke sembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh segatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadhan, bulan dengan panas yang menghanguskan. Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadhan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami 'panas'nya Ramadhan secara metaphoric (kiasan). Karena di hari-hari Ramadhan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan. Atau, diharapkan dengan ibadah-ibadah Ramadhan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai Ramadhan orang yang berpuasa tak lagi berdosa. Wallahu `alam.
Dari akar kata tersebut kata Ramadhan digunakan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas saat seseorang kehausan. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Ramadhan digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana matahari membakar tanah. Namun kata ramadan tidak dapat disamakan artinya dengan ramadhan. Ramadan dalam bahasa arab artinya orang yang sakit mata mau buta. Lebih lanjut lagi hal itu dikiaskan dengan dimanfaatkannya momen Ramadhan oleh para penganut Islam yang serius untuk mencairkan, menata ulang dan memperbaharui kekuatan fisik, spiritual dan tingkah lakunya, sebagaimana panas merepresentasikan sesuatu yang dapat mencairkan materi. this article is coppied from wikipedia
Selengkapnya Coy ......

Rabu, 19 Agustus 2009

Ain't it fun?

Guess what? Everyöne in the class was amazed by the dance. Everyone was on their feet. It was the famous king of pop in front of the class! Black or White was in the air. Can u imagine that? He he. Of course it wasn't the real Jacko. That was Aberio. The kid that performed the moon walk was one of the students. However, He truly did act like the king. What a Nice talent. The king must be proud. Though only for a few minutes on stage, The whole class enjoyed his performance. Anyway, It was a small part of the scenario before the presentation took place. Learning act is still number one. Well done my boy. That's just what we call creative. We can't wait to see some more bright ideas from the rest of you.. Ain't it fun? Selengkapnya Coy ......

Selasa, 18 Agustus 2009

Kemana perginya inisiatif?

Untuk itulah saya lantas 'berinisiatif' mengambil foto ini dan menuliskan sesuatu di blog dengan tujuan para siswa yg berkunjung dan membaca mengerti akan satu hal. Apakah mereka punya inisiatif? Yg positif tentu. Lihat saja, pagi itu pak Nyoman terlìhat berinisiatif menyapu altar tiang bendera yang kotor sebelum upacara, sementara para petugas upacara sendiri tak satupun yang tergopoh gopoh datang membantu atau bahkan mengambil alih pekerjaan tadi. Tak juga siswa-siswi yang lain, yang bahkan masih harus disamperin ke tiap kelas untuk segera turun ke lapangan agar upacara bisa segera dimulai. Pak Nyoman memang tidak menyuruh ato mengharap siswa untuk membantu, tapi Kemana inisiatif siswa? Inilah yg kita kuatirkan. Bahkan untuk kepentingan diri sendiri pun para siswa masih sulit untuk punya inisiatif. Kebanyakan masih saling menunggu sampe ada yg memulai. Inisiatif positif jadi barang langka. Yang negatif? Kayanya lebih mudah muncul. Inisiatif untuk duduk2 di kantin ato maen bola ato ribut di kelas saat guru berhalangan hadir lebih disukai daripada inisiatif menggarap tugas2 yang dberikan, ato datang ke guru piket untuk bertanya. Pun di dalam kelas, melihat guru mempersiapkan komputer dan nyolokin kabel koneksi ke Lcd misalnya, kebanyakan siswa masìh cuek dan tak berinisiatif datang untuk membantu sekalian bisa belajar bagaimana menggunakan peralatan tadi. Semua cukup senang melihat gurunya sibuk sendiri 'meladeni' mereka. Gurunya tak berinisiatif menyuruh? Well, bukan begitu maksudnya. Pertanyaan besarnya justru, Apakah siswa sekarang ingin menjadi generasi yg disuruh2? Kaya buruh ato kuli donk? Ato Ibarat gong yg harus dipukul baru berbunyi? Tak punya inisiatif ato tak peduli? Ayo kita sama-sama perbaiki keadaan ini. Biar terwujud generasi yg punya inisiatif dan kepedulian yang tinggi. Generasi yang menjemput bola..mencipta dan berkarya. Bukan generasi penonton belaka. Selengkapnya Coy ......

Senin, 17 Agustus 2009

Merdeka!

Dada ini terasa sesak. Bukan, bukan karena asap yang kembali mewabah. Bukan juga karena terhimpit seabreg masalah kehidupan. Asap dan masalah sudah terlalu sering berkunjung dan hilir mudik hingga tak lagi membuat sesak seperti ini. Sesak ini agak berbeda. Ia datang manakala mata terantuk ke secarik kain dwiwarna yang terjuntai di tiang pada tanggal 17 agustus. Sesak oleh rasa aneh yang muncul berkecamuk begitu saja. Mungkinkah itu rasa haru? Bangga? Yakin? Sedih? Prihatin? Benci? Pesimis? Bingung Ato apa? Apa kita sudah 'merdeka'? Dari sekian sms yg dkirim, beberapa teman langsung membalas sms ini. Berikut pendapat mereka,
Dino (M. Teweh)...Belum, kecuali dari penjajahan kawan, masih banyak yang harus kita perjuangkan untuk negara ini merdeka dari kemiskinan, kebodohan, ah pokokny banyak pusing dan ahhh ?!...
Echi (Palangka)...
Prihatin.Rasa nasi0nalisme menipis,c0nt0h:korupsi,illegal l0gging,selundupan barang2,lbh memilih produk luar drpd produk dlm negri, dll.Krn hal d atas itulah negara kita sllu dlm kategori 'Negara Berkembang'.Ironis! Negara kaya akan SDA, tp tdk tergolong dlm negara maju. Byk hal yg perlu kita renungkan...
Rio (Gunung mas)...
Rasa sesak itu biasa. Toh nantinya kan berganti klpngan.innama al usri yusra(94:6). Just a lil patient. Merdeka? It depends...merdeka ada di hati. Orang mrdka adl org yg hatinya... Nah, anda punya pendapat lain? Merdeka! Selengkapnya Coy ......

Minggu, 16 Agustus 2009

HUJAN

Sudah beberapa hari belakangan ini warga perumahan dbikin deg degan. Pasalnya lahan di dekat komplek terbakar sendiri di siang bolong! Terbakar sendiri? Only heaven knows. Mungkin bara api bekas kebakaran tahun lalu masih tersimpan apik dilapisan gambut dan dengan tiupan angin sepoi-sepoi..wusshh, jadilah api. Warga pun sontak bergotong royong menonton, eh, mencoba memadamkan api. Dengan alat mutakhir seperti ember dan pot bekas api pun dsiram..wuih, bandel juga itu api. Baru setelah make semprotan air jenset sang api mau melunak dan padam tanpa syarat. Warga pun bersorak, Rak! Merdeka! (sekalian menyambut 17an,hehe) setelah ritual kemenangan api padam selesai, mobil pemadam yg td ditelpun akhirnya datang. Semua lega. Trims pak! Warga pulang kembali ke rumah... Entah apa yg sebenarnya terjadi, pagi dini hari kemudian si api muncul lagi. Penuh dendam kali ini ia melahap lahan lebih cepat. Warga pun kembali repot. Takut api berhasil menyebrang kali kecil yg sudah tak begitu berair ke arah perumahan. Selang beberapa lama api kembali dipadamkan..kendati begitu tetap saja ada rasa was-was. Warga pun berjaga-jaga. Terlebih tadi malam listrik padam. Sempurnalah keadaan. Alhamdulillah, Allah maha pemurah. Hujan pun turun. Bak tercurah dari langit membasahi dahaga sang alam. Terimakasih ya Rab.. Selengkapnya Coy ......

Sabtu, 15 Agustus 2009

IHT Eksternal PSB

Alhamdulillah, akhirnya kelar juga. Setelah sempet tertunda karena padatnya jadwal di sekolah, kegiatan ini pun akhirnya terlaksana juga. Peserta yg hadir terdiri atas teman-teman guru dari SMA MP, dan SMAK Palangkaraya sebagai sekolah mitra PSB. Seperti terlihat dalam foto2, baik peserta maupun fasilitator nampak cukup antusias mengikuti seluruh kegiatan. Dari bikin email, daftar ke situs PSB, Buka portalnya PSB, sampe bikin2 bahan ajar.Tugas belum selesai teman2. Lanjutin terus ya.. Keep in touch! Selengkapnya Coy ......

Kamis, 13 Agustus 2009

Manganjan

Sebuah peristiwa adat dayak dilaksanakan baru2 ini di Palangkaraya. Upacara pemindahan tulang belulang kerabat yang telah dkuburkan sekian tahun ke tempat serupa rumah betang kecil bernama sandung. Diantara sekian ritual adalah tarian manganjan mengelilingi sangkaraya. Tampak dalam gambar para sanak kerabat berselendang melakukan tarian tadi diiringi alunan gandang garantung. Konon upacara adat semacam ini memakan biaya yang tidak sedikit. Terlebih di Tiwah kali ini terdapat 12 patung sapundu, artinya ada 12 orang kerabat yg dtiwahkan.. Jadi teringat upacara Ngaben di Bali, dan yg di tana Toraja.. Selengkapnya Coy ......

Senin, 10 Agustus 2009

Life is hard..

Ada kebanggaan yang tersirat diantara pengakuan para pekerja keras ini. Kendati masih jauh dari kecukupan, mereka justru mampu menunjukkan dedikasi tinggi atas pekerjaannya. Yang penting halal. Suatu hal yang selayaknya dicontohkan para oknum pejabat ato pengusaha sukses yang kerap 'khilaf' karena kursi yang empuk dan ruang ber AC, terlena untuk korupsi. Lihatlah si tukang parkir yang harus terus mondar mandir mengawasi motor dan mobil tanpa henti sepanjang hari, tidak jarang juga diomeli dan tak dbayar oleh pemilik kendaraan, ato petugas CS yg tak boleh bosan mengepel lantai toilet, kadang malah harus membereskan kejorokan yg dtinggalkan oleh para pengunjung. Ato juga tukang sate yang kudu ekstra sabar menanti pembeli, mengipas bara batok kelapa yang asapnya bikin perih mata. Profesi rendah yang kerap tak begitu digubris. Life is hard. Karena mereka ikhlas and God is fair, sungguh pekerjaan mereka itu mulia adanya. Hanya saja status sosial kita telah mengkotakkan mereka sebagai wong cilik. Bukankah tanpa mereka tidak akan ada wong gede? Apakah kita belajar sesuatu dari mereka kali ini? Ayo kita evaluasi sendiri.. Your Life isn't that hard, is it? Selengkapnya Coy ......

Minggu, 09 Agustus 2009

Ayo Beli Buku!

Jujur barangkali bisa dihitung dengan jari berapa kali kita berkunjung ke toko buku. Kesana cuma pas mau tahun ajaran ato semester baru mungkin? Tidak sesering kunjungan ke swalayan, resto ato tempat hiburan pastinya? Berat sekali kaki ini ketika disuruh melangkah ke toko buku dbanding saat akan belanja2 di hypermart, makan2 di resto, ato have fun d tempat2 hiburan..kaki begitu ringan rasanya. Lanjut, berapa besar sih bajet buat belanja buku kita anggarin sebulan? Setahun? Akuilah kita masih begitu pelit giliran mo beli buku. Hey, FYI, dgn beli buku kita sejatinya melakukan investasi.. Trust me, ayo beli buku! Selengkapnya Coy ......

Kamis, 06 Agustus 2009

NEW BLOGGER

Hi bloggers. Ni dia pendatang anyar di dunia bloggers anak BING SMADA yang lumayan doyan nulis. Sedikit tomboy but it's OK, ko. Profilnya bilang sih ni cewek suka banget sama musik, badminton en maen gitar plus suka kena maag. Nah, lho?! eits, biar gitu dia cukup punya kepedulian sama global warming tuh. Besok-besok blognya juga bakal dihiasi sama kehadiran e-primbon sebagaimana para blogger pendahulunya. Mo kenal lebih dekat?
samperin aja di sini
Selengkapnya Coy ......

BIMTEK

Mengemban amanat UUD 45 & USPN no. 20/2003, mencerdaskan kehidupan bangsa maka SMADA RSBI melaksanakan kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis SR SMA BI pd tanggal 6 s.d 7 Agustus 2009 di aula Dinas Pend. Provinsi kalteng. Tampak dalam gambar DR. Muktiningsih memberi paparan tentang RSBI dan para peserta yang cukup antusias menyimak penjelasan yang diberikan. Masih banyak tugas buat warga Smada dengan menyandang titel ini. Semua bermuara pd sekolah yg memenuhi standar nasional pendidikan serta berkeunggulan dgn merujuk pd standar pendidikan salah satu negara maju sehingga lulusannya memiliki daya saing di forum internasional. Selengkapnya Coy ......

Minggu, 02 Agustus 2009

Kesan Pertama

Awal2nya sih masih agak kikuk. But it's ok. Everythin needs a process. Begitulah yang terjadi pada anak rombel X sekarang saat dminta presentasi dlm kbm bahasa Inggris. TLA pun masih berpusat ke siswa ato student centered. Mereka dkondisikan untuk berpartisipasi lebih banyak. Sementara guru lebih sebagai fasilitator. Sebagian kecil memang masih terlihat kewalahan dengan seabreg tugas belajar. Mgkn karena di smp belum terbiasa jadi yah butuh energi ekstra untuk beradaptasi. Terlebih tentang pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran. Mulai dari pemerolehan,pemrosesan sampe penyajian materi. Internet jadi hal lumrah. Semua jadi get excited. Semua? Ada juga sih yang masih bingung. Mau nanya, malu2. Ga nanya eh, malah keliru. Buku paket juga dbebasin mo pake judul apa aja yg penting ada materi serupa di silabus dan yg pasti, punya!. Kudu nulis primbon, en bikin tayangan. Kudu kerja bareng partner n konsultasi. Kudu pro aktif kaya iklan deterjen. Maksudnya punya inisiatif kreatifitas dan motivasi belajar yang tinggi. Hasilnya? Well, only time will tell. Kita liat aja ntar. Selengkapnya Coy ......

Avatar anak BING rombel X SMADA yang manfaatin ICT: