About this blog: It consists of free articles and pictures based on erwan's recent interests only (most are related to education field) and the rest are about the ongoing issues. Some are taken and linked from the source sites while the others are of his own. FYI, the links (in the side bar) are also prepared due to the needs of his job; to encourage his students to learn English via internet, to provide them with helpful sources, and gadgets, and to communicate with them as well. However, visitors from worldwide are also welcome here. Please leave your comments in any space provided to make it better and better in the days to come. Belajar bahasa itu indah Thank you.

INFO GRESS!

Mulai tahun pelajaran 2013-2014 ini saya hijrah mengajar ke kelas XII IS 1, 2 dan 3. Buat bocah rombel X kemaren yang pernah belajar bareng saya dan masuk ke kelas diatas ' I just wanna say, Hey, It's you again! and you know what? as I told you all before, E-Primbon kalian di rombel X kemarin kudu diaktifkan kembali. Well? Any problem? It's never too late to start all over again. Saat bekerja telah tiba. Ayo Semangat!
Anyway, buat bocah rombel X yang baru gabung di SMADA Tahun ini masih boleh browsing dan unduh apa aja di blog ini atawa di blog rombel X RSBI. Raw material nya di sini ato di sana.
Terimakasih. I LOVE YOU ALL.

Minggu, 05 Juli 2009

Komplen ato curhat?

Sebabnya bermacam2. Bisa soal lingkungan, politik, pekerjaan, fasilitas dan layanan publik sampe harga sembako. Tidak juga memandang apakah ia cuma anak SD yang komplen ke mamanya yang cuma buruh nyuci karena malu terus ditagih uang iuran sekolah nya belum dibayar, ato capres yang banyak komplen ini itu di depan rakyat ketika kampanye.. Manusiawi memang bila kita suka mengeluh..manakala tidak setuju atau dirugikan..dalam banyak konteks.. Yang ekstrim akan komplen face to face plus bahkan mencak2 dan melabrak sampe mensomasi. Secara lebih ringan komplen biasa dikemas dalam bungkus curhat dan disalurkan lewat kata sharing.. Ato dialog. Psikolog bilang curhat itu dapat mengurangi stres. Terlebih sebagai mahluk yang tak dapat hidup sendiri, kita butuh sekali berbagi..suka maupun duka agar berkurang beban di hati..berbagi suka is no problem. Berbagi duka? Thats the problem. siapa yang doyan? Jadi adalah wajar bila komplen kerap terdengar wira wiri dibelakang kita. Negatifnya jadi Menguya' ato bergibah. Sejatinya Mereka butuh penyaluran. Hanya saja...tidak semua kita mampu untuk selalu menyikapi komplen dengan positif walo sekedar be a good listener. Mungkin karena si A kelewat sering komplen ke kita, ato komplen nya banyak ga logisnya, maka kita pun jenuh dan cape.. Terlebih kita sendiri sudah cukup pusing dgn masalah kita sendiri. Kita cap dia pengeluh, males, cuma iri dan bahkan jadi mulai sulit mempercayakan sesuatu tugas padanya..jangan2 bukan jadi beres eh sibuk komplen melulu. Ini lah, itu lah. Padahal.. kita lupa bahwa kita juga mungkin ga jauh beda.. Mudah ngeluh di dalam hati. Kadang malah tanpa sadar eh curhat juga . He he he. Ga percaya? Baca aja terus.. Lanjut.. Namun ada juga saat saat kita malah ikut ketularan komplen saat si A curhat sampe jadilah sharing komplen yang seru..ditambahin bumbu2..hingga obyektifitas malah tersamar..jadi ajang gosip..yang penting puas! walah? Oya, Selain secara lisan ada juga komplen yang disalurkan lewat tulisan kaya gini.. Cuman harus waspada. Ingat kasus Prita? Nah, ribet kan? Pihak yg dikomplen bukan menerima curhat itu sebagai kritikan eh malah dianggap jadi pencemaran nama baik.. Iya, bila itu tanpa bukti alias gosip dan fitnah belaka..tapi bila komplen tadi muncul sebagai reaksi ketidak adilan dan ada bukti? Kenapa Prita harus di bui? Apa hanya capres ato wakil rakyat yang punya power yang boleh komplen dan rakyat biasa wajib menelan saja komplen yang ingin dicurhatkan? Nah kan, saya ternyata komplen, eh curhat juga. Dasar manusia..fana banget. Ok, gimana kalo mulai sekarang komplen2 yang kita terima maupun yang kita buat kita kemas jadi input yang membangun demi kebaikan? Biasanya komplen itu berdekatan dgn harapan2 yang ingin didapat kan? Nah biar harapan tadi bisa terwujud, berkomunikasilah secara sehat dan tepat. Sehat isi dan pilihan kata di komplennya. Susun lah komplen itu agar lebih terdengar positif alias membangun. Dan 'tepat' kepada orang atau wadah yang dpt membantu membuat solusi atas komplen tadi.. Setuju? Kalo ga bisa jadi bumerang lho. Belum selesai juga? Solusi lain, curhat lah kepadaNYA karena sesungguhnya DIA pasti punya rencana indah untuk komplen kita yang belum ditanggapi oleh manusia. Do somethin better than complain

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

any opinion?

Avatar anak BING rombel X SMADA yang manfaatin ICT: